Allah Menjamin Rezeki Bahkan untuk Cacing di Dalam Batu
Allah Menjamin Rezeki Bahkan untuk Cacing di Dalam Batu
Dalam kehidupan, manusia sering kali diliputi kecemasan tentang rezeki dan masa depan. Padahal, Allah ï·» telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, bahkan makhluk yang paling lemah dan tersembunyi sekalipun. Salah satu kisah penuh hikmah yang kerap diceritakan adalah tentang seekor cacing buta pada masa Nabi Sulaiman ‘alaihissalam.
Kisah Cacing Buta di Zaman Nabi Sulaiman
Pada suatu hari, Nabi Sulaiman ‘alaihissalam duduk di tepi sebuah danau. Beliau memperhatikan seekor semut yang sedang membawa sebutir gandum menuju ke pinggir danau.
Tiba-tiba, dari dalam air muncul seekor katak. Katak itu membuka mulutnya, lalu semut tersebut masuk ke dalam mulutnya. Setelah itu, katak kembali menyelam ke dalam danau dan menghilang cukup lama.
Beberapa saat kemudian, katak itu muncul kembali dan membuka mulutnya. Semut keluar, namun kali ini tanpa membawa gandum yang sebelumnya ia pikul.
Merasa heran, Nabi Sulaiman ‘alaihissalam memanggil semut itu dan bertanya tentang apa yang telah terjadi.
Semut menjawab, bahwa di dasar danau terdapat sebuah batu yang berongga. Di dalam rongga itu hidup seekor cacing yang buta, tidak mampu keluar untuk mencari rezekinya.
Allah ï·», dengan kebesaran dan kasih sayang-Nya, telah mempercayakan semut tersebut untuk mengantarkan rezeki bagi cacing itu. Katak menjadi perantara yang mengantarkan semut menembus air hingga ke rongga batu tersebut.
Setelah rezeki itu disampaikan, semut kembali melalui jalan yang sama hingga akhirnya sampai lagi ke tepi danau.
Nabi Sulaiman ‘alaihissalam kemudian bertanya, “Apakah engkau mendengar doa atau tasbih yang diucapkan cacing itu?”
Semut menjawab bahwa cacing tersebut berdoa:
“Ya Allah, wahai Dzat yang tidak melupakanku di dalam kedalaman batu ini dengan rezeki-Mu, janganlah Engkau melupakan hamba-hamba-Mu yang beriman dengan rahmat-Mu.”
Hikmah dari Kisah Ini
Kisah ini mengajarkan bahwa tidak ada satu makhluk pun di muka bumi yang luput dari perhatian Allah ï·». Rezeki telah ditetapkan dan dijamin, bahkan bagi makhluk yang hidup tersembunyi dan tidak berdaya.
Bagi manusia, kisah ini menjadi pengingat agar tidak berputus asa, tidak larut dalam kecemasan, dan senantiasa menumbuhkan sikap tawakal kepada Allah. Jika cacing buta di dalam batu saja dijamin rezekinya, maka manusia yang beriman tentu lebih layak untuk berharap dan berserah diri kepada-Nya.
Allah Maha Mengetahui dan Maha Menjamin.
Kisah ini termasuk hikmah yang populer di kalangan umat Islam dan diambil sebagai pelajaran tentang tawakal serta jaminan rezeki dari Allah ï·».
Gabung dalam percakapan